Ruam Popok Pada Bayi Bisa Diatasi Dengan Cara Alami Seperti Ini

3 min read

ruam popok pada bayi

Cara mengatasi ruam popok pada bayi dengan salep, antibiotik hingga dengan cara alami memakai ASI dan juga minyak alami

Sehatkuy.com – Mengikuti tumbuh kembang bayi pastinya sangat menyenangkan. Tapi, ketika mereka mengalami masalah kesehatan, pastinya membuat khawatir. Salah satunya jika menderita ruam popok pada bayi, yang merupakan salah satu penyakit paling banyak diderita bayi.

Selain membuat rewel, pastinya akan menyita banyak perhatian orangtua. Sebab bayi akan cenderung tak ingin ditinggal sendirian walau sedang tertidur.

Dikutip dari www.popmama.com, National Heatlh Services (NHS) menyebutkan bahwa biasanya ruam tak berbahaya. Karena hanya berupa masalah pada kulit.

Tapi sebagai orang tua, anda harus tetap siaga dan benar-benar mengetahui ruam apa yang sedang dialami bayi. Ada beberapa cara yang tepat agar segera sembuh walau hanya ruam biasa tanpa pengobatan apapun bisa sembuh sendiri.

Ini Dia Jenis Ruam Yang Sering Dialami Bayi

Dari banyak jenis ruam yang teridentifikasi oleh dunia medis. Kulit bayi rentan mengalami lima jenis ruam. Seperti impetigo, urtikaria atau biasa juga disebut biduran atau kaligata, ruam popok, psoriasis dan Hand Foot Mouth Desease (HFMD).

Masing-masing dari jenis ruam tersebut memiliki ciri-ciri khas yang mudah dikenali. Begini penjelasan lengkapnya.

  1. Impetigo

Secara kasat mata, jenis ruam ini berbentuk merah bintik berisi cairan seperti nanah. Wajah merupakan lokasi paling sering terjangkit ruam ini, selain lengan dan kaki. Jenis ini termasuk ruam merah yang menular.

Diawali dengan adanya satu bintik merah pada permukaan kulit bayi yang cepat bertumbuh dan mengakibatkan gatal luar biasa. Ketika bintik pecah, maka area disekitar bintik akan memerah, lalu mongering berwarna kecoklatan.

Pada umumnya ruam ini bisa sembuh dalam beberapa hari. Namun, pada beberapa kasus bisa semakin parah, sehingga butuh penanganan medis.

Penyebabnya adalah kontaminasi luka orang lain yang sudah infeksi. Bisa juga karena masuknya bakteri streptokokus ke dalam jaringan kulit terbuka pada bayi.

Jika terinfeksi parah, bayi akan mengalami demam. Jika ini terjadi, Anda sebaiknya langsung konsultasi ke dokter.

  1. Urtikaria

Jenis ruam ini biasa juga disebut biduran atau kaligata. Bentuknya seperti kena gigitan nyamuk. Namun, jika digaruk akan semakin membesar. Bahkan, menurut informasi www.doktersehat.com besaran ruam ini bisa sebesar diameter piring makan Anda.

Penyebab ruam ini adalah reaksi tubuh terhadap zat kimia histamin yang masuk. Histamin bisa berada di dalam tubuh akibat alergi makanan, disengat tawon atau serangga dan juga efek pemakaian obat tertentu.

Proses penyembuhannya tergantung daya tahan tubuh. Ada yang hanya beberapa jam saja, ada yang hilang lalu timbul lagi dan berlangsung dalam beberapa hari bahkan berbulan-bulan.

  1. Ruam Popok

Ruam jenis ini terjadi akibat penggunaan popok. Bentuknya kemerahan yang menyerang area yang ditutupi popok. Biasanya bayi akan dibuat sangat rewel, karena perih dan gatal di area tersebut.

Ada beberapa penyebab ruam popok pada bayi. Seperti, penggunaan popok yang terlalu lama sehingga area organ intim dan sekitarnya mengalami lembab berkepanjangan.

Penggunaan popok yang terlalu ketat, alergi terhadap bahan yang terkandung dalam popok, atau si bayi baru memakan satu jenis makanan baru. Sehingga, saat buang air ada zat yang membuat kulitnya melepuh dan iritasi.

  1. HFMD

Gejala dari ruam ini diawali dengan demam, tidak nafsu makan dan tentunya rewel. Setelah itu, muncul bintik merah di area tangan, kaki atau mulut, bahkan bisa semuanya.

Jika terjadi di mulut, maka ketika bintik pecah akan menyebabkan sariawan. Jika terjadi di tangan, maka akan menyebar dengan cepat. Begitu juga, jika menyerang area kaki.

Penyebabnya adalah virus jenis Human Enterovirus 71 atau Coxsackievirus. Bayi bisa terpapar akibat virus dari bersin orang dewasa yang mengandung virus tersebut. Bisa juga menular melalui tinja.

Begini Cara Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi Anda

Sebenarnya penyakit ruam yang dialami bayi bisa diatasi dengan mudah. Seperti, memberi salep atau meminum antibiotik.

Menurut www.theasianparent.com, selain memberikan bayi obat-obatan. Dengan memberikan imunisasi lengkap plus untuk campak dan rubella. Bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi agar tak rentan kena jenis penyakit ini.

Tapi sangat bijak jika mengatasi dengan cara yang tepat. Berikut ini adalah cara mengatasi ruam popok pada bayi:

  1. Salep

Secara umum, ruam pada bayi bisa diatasi dengan memberikan salep yang dioleskan pada bagian yang terjangkit. Jenis salepnya tergantung jenis ruam yang dialami bayi.

Anda bisa langsung berkonsultasi pada dokter tentang jenis ruam dan obat yang tepat. Contohnya, untuk ruam jenis urtikaria biasanya diberi salep antihistamin agar penyembuhan lebih cepat.

Sama halnya jika yang dialami bayi adalah ruam akibat penggunaan popok. Di apotik sudah banyak menjual salep ruam popok yang aman bagi kulitnya. Jika Anda kurang yakin, tentu bisa langsung berobat ke dokter.

  1. Antibiotik

Bayi yang mengalami ruam, juga bisa diberi antibiotik. Biasanya dokter akan memberikannya dalam bentuk cream untuk ruam, tablet atau puyer.

Namun pada jenis ruam biasa, Anda cukup memberikan paracetamol sebagai pereda gatal dan nyeri tanpa harus menggunakan antibiotik khusus.

  1. Obat Alami

Buat Anda yang lebih memilih cara alami untuk mengobati ruam pada kulit bayi. Bisa mencoba pengobatan dengan beberapa jenis minyak alami.

Seperti minyak bunga matahari atau minyak kelapa. Tinggal mengoleskan pada area yang terkena ruam secara kontinu hingga sembuh. Tapi pastikan terlebih dahulu area tersebut sudah bersih dan setelah diberi minyak tidak ditutup dulu.

Selain itu, ASI ibu juga bisa menjadi obat alami ruam. Karena kandungannya yang lengkap, termasuk mampu membantu mengatasi masalah ruam.

Caranya dengan mengambil ASI secukupnya dan oleskan pada bagian yang terkena ruam. Satu lagi cara alami adalah dengan menggunakan oatmeal yang memiliki pH sesuai kulit bayi. Masukkan dalam handuk, ikat dan rendam dengan air mandi bayi.

Begini Cara Mencegah Ruam Pada Bayi

Mencegah memang lebih baik dari mengobati. Anda bisa mencegah terjadinya ruam, baik itu ruam popok pada bayi maupun jenis ruam lainnya.

Pertama, memastikan badan bayi selalu dalam keadaan bersih, lembab alami dan berada di lingkungan yang juga bersih, baik itu tempat tidurnya dan tempat bermainnya.

Kedua, pastikan asupan gizinya lengkap termasuk imunisasinya. Karena hal itu akan meningkatkan daya tahan tubuh. Semakin kuat daya tahan tubuh bayi, akan semakin sulit penyakit apapun untuk menyerang termasuk ruam.

Jika masih minum ASI, maka sebagai ibu harus ikut menjaga kesehatan dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Karena akan sangat berpengaruh pada bayi nantinya.

Ketiga, pastikan orang-orang yang berinteraksi dengan bayi Anda dalam kondisi bersih dan sehat. Karena beberapa jenis ruam bisa menjangkiti bayi dari penularan virus orang dewasa.

Jangan ragu meminta siapapun mencuci tangan dan memakai masker dulu sebelum menggendong atau bermain dengan bayi Anda.

Sebagai orangtua, Anda memang sangat diwajibkan untuk mengetahui semua hal terkait kesehatan bayi dan penyakit apa saja yang rentan menyerang bayi seperti ruam.

Banyak berkonsultasi dan membaca artikel kesehatan anak juga merupakan langkah tepat. Disamping lebih maksimal dalam mengikuti tumbuh kembang bayi. Anda juga bisa menjaga bayi selalu sehat dan kebal terhadap penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *