Bayi Sering Gumoh? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Gumoh yang Tepat

Cara mengatasi bayi gumoh dengan memberi ASI jangan terlalu banyak, posisi yang benar saat menyusui hingga pemilihan dot

Sehatkuy.com – Kaget saat bayi tiba-tiba sedikit muntah usai menyusui atau habis makan? Tenang, hal itu memang sering terjadi pada bayi usia di bawah 1 tahun. Nama tepatnya adalah gumoh atau refluks.

Kondisi ini bukan muntah, melainkan volume susu atau makanan yang keluar hanya sedikit atau maksimal 10 ml saja. Lantas kenapa bayi sering mengalaminya? Apa penyebab bayi gumoh? Apakah hal itu berbahaya?

Dikutip dari www.honestdocs.id, gumoh itu merupakan kondisi normal dan tidak berbahaya. Biasa juga disebut regurgitasi makanan atau muntah ringan.  Gumoh lazim dialami oleh bayi normal. Karena merupakan bagian perkembangan fisiologisnya.

Hal ini disebabkan belum sempurnanya organ pencernaan bayi. Sehingga ketika susu atau makanan masuk, cincin otot kerongkongan belum tertutup maksimal.

Apa Saja Penyebab Bayi Sering Gumoh?

Mari simak baik-baik, siapa tahu selama ini Anda melakukan hal-hal yang jadi penyebab bayi mudah mengalami gumoh.

Seperti, posisi saat menyusui, pemakaian gurita, pergerakan, menangis, dan alergi makanan, serta asupuan nutrisi dari ibu menyusui. Kenapa bisa begitu?

  1. Posisi menyusui

Terkadang ibu menyusui lelah dan membiarkan bayi menyusu dalam kondisi terlentang, dimana kepalanya sama tinggi dengan perut.

Hal ini bisa memicu susu keluar lagi melalui mulut. Menyusui saat berada di dalam kendaraan di jalanan yang tidak rata, bisa juga membuat gumoh terjadi.

  1. Pemakaian gurita atau popok bertali banyak

Gurita atau popok khusus bertali banyak, masih sering digunakan orangtua untuk membantu pembentukan tulang pinggang dan punggungnya. Mengikatnya dengan terlalu erat, dapat membuat gumoh pada bayi terjadi.

Karena lambung tertekan,sehingga makanan yang masuk tak bisa dicerna lambung dengan sempurna berakibat makanan keluar kembali.

  1. Pergerakan bayi

Bayi yang sangat aktif, cenderung bergerak berlebihan. Para orang tua pastinya senang dengan kondisi ini.

Tapi hati-hati, karena hal itu memicu gumoh pada bayi Anda. Karena perut sering terguncang saat dia bergerak kesana-kemari. Selain itu, jika bayi terlalu banyak bergerak dan meminum susu terlalu cepat bisa membuat cegukan terjadi.

Baca juga : Pembahasan Lengkap Cara Mengatasi Cegukan Bayi Dengan Benar

  1. Menangis

Namanya bayi pastinya sering menangis. Karena cara dia mengutarakan apa yang dirasakan hanya dengan menangis. Tapi, jika sering terjadi dengan frekuensi yang lama. Hal ini juga bisa memicu gumoh terjadi.

Sebab saat menangis, perut tertekan oleh teriakannya dan lambung memuntahkan kembali makanan yang masuk, walau tidak dalam jumlah banyak.

  1. Alergi makanan

Mengenali bayi yang alergi terhadap suatu jenis makanan atau jenis susu bisa terlihat dari gumoh yang terjadi usai dia mengkonsumsinya. Hal ini disebabkan penolakan dari tubuhnya akan zat yang masuk tersebut.

  1. Perhatikan Nutrisi Ibu

Selain kondisi bayi yang harus dijaga tetap baik, kondisi asupan nutrisi ibu juga harus diperhatikan. Terutama yang memberikan ASI ekslusif.

Hindari makanan pedas, berminyak, dan yang memicu terjadinya gangguan pencernaan pada bayi. Karena nutrisi yang dikonsumsi ibu, akan masuk ke dalam tubuh bayi melalui ASI.

  1. Penggunaan popok

Sama halnya dengan gurita, penggunaan popok yang terlalu ketat atau terlalu lama juga bisa memicu gangguan pencernaan yang berakibat gumoh bahkan muntah.

Jadi pastikan bayi menggunakan popok yang sedikit longgar agar perutnya tidak tertekan. Perhatikan juga kesehatan kulit bayi supaya tidak mudah terkena ruam popok.

Baca juga : Ruam Popok Pada Bayi Bisa Diatasi Dengan Cara Alami Seperti Ini

Cara Mengatasi Bayi Gumoh yang Tepat

Walaupun tergolong normal jika bayi mengalami refluks apapun penyebab bayi gumoh. Namun tetap saja harus diatasi dan dihindari. Karena jika dibiarkan berlarut-larut, tentu akan menjadi masalah kesehatan dan menghambat tumbuh kembang bayi.

Apalagi jika sudah terjadi setiap saat hingga berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Lalu bagaimana cara mengatasinya bayi gumoh? Berikut tipsnya:

  1. Jadwal Pemberian Susu

Bagi para ibu tentunya tahu kapan bayinya lapar dan harus disusui. Jika sebelumnya Anda menunggu bayi menangis dulu baru disusui.

Sekarang ubah polanya, yaitu dengan memberi susu sebelum si bayi terlalu lapar. Hal ini akan menghindari bayi menyusui dengan terlalu lahap, yang berakibat gumoh.

  1. Posisi Saat Menyusui

Pastikan posisi saat menyusui bayi adalah kepala tegak, sehingga cairan yang masuk lancar menuju lambung. Masalah salah posisi menyusui inilah yang sering menjadi alasan kenapa bayi sering gumoh.

Selain itu, setelah menyusui, pastikan posisi kepala bayi tetap tegak sekitar 30 menit, agar susu tercerna dengan baik, dan tidak berkumpul di kerongkongan.

  1. Jumlah Susu Yang Diberikan

Jika biasanya Anda membiarkan bayi menyusui sepuasnya saat lapar, sekarang cobalah membatasi. Semisal, biasanya bayi menyusu selama 20 menit, sekarang kurangi menjadi 10 atau 15 menit.

Tapi susui lebih sering dari biasa. Hal ini untuk menghindari perut bayi penuh dan pastikan juga menunggu bayi sendawa usai menyusu.

  1. Posisi Tidur

Salah satu cara mengatasi bayi gumoh yang bisa diterapkan adalah memastikan bayi tidur dengan posisi miring atau kepala lebih tinggi dari badan.

Jangan biasakan bayi tidur tengkurap. Seperti dikutip www.honestdocs.id bahwa posisi tidur tengkurap sangat rentan membuat bayi mengalami gumoh.

  1. Memilih Dot

Pastikan ukuran lubang dot yang digunakan untuk memberi susu atau ASI tidak terlalu besar, sehingga cairan yang masuk tidak terlalu banyak. Dengan begitu, proses pencernaan lebih lancar.

Anda bisa melakukan uji coba dengan memercikkan air dari dot ke mulut bayi. Jika bayi rentan tersedak, maka gantilah dengan dot berlubang kecil.

  1. Durasi Bermain

Setelah minum susu atau makan, bayi memiliki energi ekstra untuk bermain. Tapi pastikan Anda mengajaknya bermain 30 menit setelah menyusui. Hal ini untuk menghindari guncangan berlebih pada perutnya yang akan memicu gumoh.

  1. Pakaian yang digunakan

Pastikan menggunakan pakaian menyerap keringat dan tidak ketat, sehingga sirkulasi udara pada tubuh bayi terjaga baik. Hal ini juga menjadi alasan gumoh bisa terjadi.

Sebab pakaian ketat atau yang berbahan panas bisa memicu bayi menjadi gerah dan tidak nyaman. Sehingga gumoh juga rentan terjadi.

Dengan menerapkan cara yang tepat saat memberi dan setelah memberi bayi susu dan makanan. Setidaknya Anda bisa meminimalisir gumoh terjadi.

Sebab, bayi sering gumoh dan cegukan pasti ada sebabnya. Cobalah lakukan setiap langkah di atas agar bayi tidak terlalu sering mengalaminya.

Perlukah Konsultasi Dengan Dokter Saat Bayi Mengalami Gumoh?

Mengutip situs www.alodokter.com kondisi gumoh yang tidak normal bisa terjadi pada bayi dengan beberapa kriteria. Seperti saat gumoh, bayi mengalami kesulitan dalam bernafas.

Lalu, jika gumoh dialami oleh bayi yang usianya sudah di atas satu tahun. Jumlahnya sudah terlalu banyak dan intens terjadi selama dua jam berturut-turut.

Selain itu, jika warna gumoh tidak lagi putih seperti susu juga harus diwaspadai yaitu ketika berwarna kekuningan, hijau, atau bahkan mengeluarkan darah. Bahkan, jika saat gumoh terjadi juga diiringi demam 38 derajat Celsius ke atas.

Hal yang harus dilakukan adalah segera membawa bayi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Karena kemungkinan ada masalah kesehatan yang sedang dialaminya.

Dengan mengantongi cukup informasi tentang penyebab dan cara mengatasi bayi gumoh. Anda bisa lebih mengerti apa yang harus dilakukan dan tidak panik saat mengatasi bayi gumoh.

Hal terbaik yang harus dilakukan tentunya mencegah gumoh terjadi dengan menerapkan pola makan, pola bermain, dan pola tidur yang tepat untuk bayi kesayangan Anda.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *